5 Perbedaan Blog dan Website

5 Perbedaan Antara Blog dan Website

Posted on

Apasih.my.id – Apakah kamu tertarik membuat suatu website? Atau tertarik untuk membuat Blog? Mungkin Kamu masih bingung dengan sebutan keduanya karena pada umumnya orang akan berpikiran jika keduanya merupakan hal yang sama. Oleh karena itu sebelum memulai membuat sebuah blog ataupun website, paling tidak kamu butuh mengenali terlebih dulu, apa itu Blog? dan apa itu Website? Dan apa saja perbandingan dari keduanya yang dapat Kamu tahu.

Mengetahui perbedaan antara Blog dan Website tentunya sangat berguna untuk mengenali platform manakah dari keduanya yang lebih sesuai, serta cocok dengan kebutuhan kamu baik untuk bisnis maupun hanya untuk sekedar hobi menulis saja.

Untuk kamu yang ingin menjadi seorang pebisnis online kehadiran Blog dan Website memanglah sangat penting, terlebih lagi jika kamu ingin benar-benar serius dalam menjalaninya. Masing masing dari blog dan website memiliki keunggulan ataupun kelebihan yang berbeda dan juga cara kerjanya berbeda.

Tidak kelebihan saja, umumnya ada sebagian kekurangan diantara keduanya yang berbeda. Sehingga komentar yang melaporkan blog dan website mempunyai penafsiran serta definisi yang sama merupakan keliru. Agar dapat mengenali sepenuhnya terkait apa saja perbedaan antara blog dan website, silahkan simak lima penjelasan lengkap berikut ini.

1. Arah Komunikasi

Perbedaan yang nampak jelas antara blog dan website adalah arah komunikasi. Pada blog, arah komunikasi yang dimiliki bersifat interaktif dikarenakan para pembaca blog bisa meninggalkan komentar di tiap konten artikel yang dirilis. Sedangkan untuk website tentunya akan berbeda, karena umumnya pada website lebih bersifat satu arah dimana biasanya suatu website tidak disediakannya kolom untuk berkomentar di tiap konten yang dimilikinya.

2. Konten

Dari Segi konten, Blog dan Website memiliki sebagian perbandingan. Biasanya suatu konten blog mempunyai beberapa postingan, video dan podcast yang dimiliki oleh owner dari blog tersebut. Tidak hanya itu, blog juga biasanya lebih banyak membahas tentang pengalaman, opini ataupun kegiatan dari si owner blog tersebut. Terkadang dalam konten blog dapat berfokus pada satu tema atau niche misalnya; kuliner, travel, mode, otomotif serta masih banyak lagi.

Baca juga:  5 Tips Belajar Menulis Artikel Blog Untuk Pemula

Sebaliknya untuk konten website sendiri bisanya lebih berisi terpaut data berarti tentang sesuatu produk maupun layanan. Sebagai contoh, Kamu bisa membuat website suatu industri dengan isi sejarah, alamat, tentang produk, kontak industri serta lain sebagainya. Tidak hanya itu saja website juga dapat digunakan untuk keperluan toko online, pembelajaran hingga lembaga pemerintah.

3. Pengelola

Kamu tentu telah mendengar sebutan untuk orang-orang yang suka menulis pada blog ialah“ Blogger” bukan? Nah, ini merupakan istilah terkenal untuk para penulis web ataupun orang yang memiliki blog. Umumnya seseorang blogger akan mengelola blognya secara individu ataupun mandiri.

Di Indonesia sendiri telah banyak blogger populer semacam Trinity Traveler, Raditya Dika, Diana Rikasari serta lain sebagainya. Berbeda dengan website, biasanya dikelola oleh organisasi ataupun dari industri yang terdiri dari para pengembang, designer serta copywriter.

4. Update

Tidak hanya dari segi konten dan pengelola, disaat melakukan update konten juga blog dan website mempunyai beberapa perbedaan yang mendasar. Biasanya blog akan lebih kerap memperbaharui konten secara teratur maupun berkala yakni setiap hari, 2 hari sekali ataupun apalagi seminggu sekali. Berbeda dengan website memiliki agenda update konten yang berbeda-beda masing masing. Oleh karena itu, konten di blog akan lebih bersifat dinamis karena terdapatnya update dalam kurun waktu tertentu.

Baca juga:  Classic Editor VS Gutenberg (Block Editor): Mana Yang Lebih Baik?

6. Style Bahasa

Perbandingan berikutnya merupakan dari style bahasa yang digunakan di blog dan web. Apabila kamu melihat style bahasa yang digunakan tiap blog bersifat variatif ataupun tidak terdapatnya batas tertentu. Umumnya blog juga lebih banyak menggunakan bahasa yang personal tentunya agar para pembaca tidak akan cepat bosan saat membaca konten artikel yang dirilis tersebut.

Nah, untuk website style bahasa yang digunakan akan lebih handal serta sifatnya resmi. Karena tujuannya sendiri merupakan resmi semacam untuk organisasi, lembaga pemerintah maupun industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *